Minggu, 06 Oktober 2013

Ekonomi Koperasi


I. MAKNA DAN PENGERTIAN EKONOMI KOPERASI 
       Ekonomi koperasi merupakan suatu tindakan mempelajari perilaku manusia dalam memilih, menciptakan kemakmuran dengan cara mendirikan badan usaha yang beranggotakan seseorang yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip kekeluargaan. 
Ekonomi koperasi sendiri sebenarnya terdiri dari dua kata , yaitu “ekonomi” dan “koperasi” . ekonomi berasal dari bahasa yunani yaitu OTKONOMOUS yang berarti rumah tanggua . lalu makna koperasi sendiri adalah suatu organisasi.perkumpulan dari sejumlah orang yang bergabung dengan sukarela untuk mencapai suatu tujuan yang sama melalui suatu organisasi yang diawasi secara demokratis ,melalui penyetoran suatu kontribusi yang sama untuk modal yang diperlukan dan melalui pembagian resiko serta manfaat yang wajar berdasarkan asas kekeluargaan(menurut international labor organization= ILO,1996)

II. LANDASAN HUKUM KOPERASI 
Setelah kemerdekaan 17 Agustus 1945,Usaha pengembangan koperasi mengalami pasang surut mengikuti perkembangan politik tahun 1958: UUNo.70/1958 telah lahir UU tentang koperasi yang pada dasarnya berisi tentang tata cara pembentukan.pengelolaan koperasi. Tahun 1967 UU No 12 tentang pokok-pokok perkoperasian yang kemudian disempurnakan lagi dengan UU No 25/1992

III.  JENIS KOPERASI 
    a. Koperasi Produsen
        Beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan koperasi produksi (produsen)
    b. Koperasi Konsumen
        Beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan konsumsi

IV. FUNGSI KOPERASI 
    1. Sebagai Upaya mendemokrasikan sosial ekonomi Indonesia
    2. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga Negara Indonesia
    3. Memperkokoh Perekonomian rakyat Indonesia,dll

V. PERAN DAN TUGAS KOPERASI 
    1.Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil
    2. Mengembangkan demokrasi ekonomi
    3. Meningkatkan taraf hidup sederhana masyarakat

VI. PRINSIP EKONOMI KOPERASI 
     1.Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
     2.Pengelolaan koperasi secara demokratis
     3.Modal diberi balas jasa secara terbatas
     4.Koperasi bersifat mandiri,dll

VII. CIRI-CIRI KHAS EKONOMI KOPERASI 
    1. Sifat kesukarelaan dalam keanggotaan koperasi
    2. Dasar pendirian dan tujuan berdasarkan kesamaan cita-cita untuk kesejahteraan bersama
    3. Hak suara dalam rapat anggota tidak dapat diwakili oleh siapapun
    4. Pembagian keuntungan atas besar atau kecilnya pendapatan jasa setiap masing-masing anggota
    5. Koperasi selalu memperhatikan usaha kesejahteraan masyarakat sekitarnya
    6. Modal koperasi diperoleh dari simpanan setiap anggotanya

VIII. TATA CARA PEMBENTUKAN KOPERASI 
Orang-orang yang akan mendirikan koperasi terlebih dahulu mendapatkan penerangan dan penyusuhan agar memperoleh pengertian dan kejelasan mengenai maksud dan tujuan mendirikan Koperasi.

RAPAT PEMBENTUKAN
    1. Rapat sekurang-kurangnya 20 orang yang di pimpin oleh seorang/beberapa orang pendiri koperasi
    2. Disarankan mengundang pejabat yang memahami seluk beluk pengkoperasian

HAL-HAL YANG DIBICARAKAN DALAM RAPAT
    1. Tujuan mendirikan koperasu
    2. Kegiatan usaha yang hendak dijalankan
    3. Persyaratan menjadi anggota
    4. Menetapkan modal yang akan disetor kepada koperasi diantaranya dari simpanan pokok dan                       simpanan wajib
    5. Memilih nama-nama pendiri,pengurus dan pengawasan koperasi
    6. Menyusun anggaran dasar

TEKNIS PENYUSUNAN ANGGARAN DASAR
Apabila penyusunan anggaran dasar tidak mungkin disusun bersama-sama seluruh peserta rapat,dapat di tempuh :
1. Membentuk tim perumus penyusunan anggaran dasar dengan tugas menyusun draf anggaran dasar yang         bersifat umum dan hasilnya dilaporkan kepada pendiri koperasi untuk dimintakan pengesahan kepada           seluruh anggota
2. Hal khusus yang perlu dibahas oleh seluruh peserta(tidak diserahkan kepada tim perumus)yaitu:
    a. Nama dan tempat kedudukan koperasi
    b. Persyaratan menjadi anggota
    c. Besarnya simpanan pokok dan simpanan wajib
    d. Nama pendiri,pengurus,dan pengawas
    e. Kegiatan usaha
    f. Ketentuan mengenai penggunaan sisa hasil usaha
    g. Ketentuan mengenai sanksi

3. Isi anggaran dasar minimal memuat tentang :
    a. Daftar nama pendiri
    b. Nama dan tempta kedudukan koperasi
    c. Ketentuan mengenai keanggotaan
   d. Maksud dan tujuan serta bidang usaha
   e. Ketentuan mengenai rapat anggota
   f. Ketentuan mengenai pengelolaan
   g. Kentutan mengenai permodalan
   h. Ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya koperasi
   i. Ketentuan mengenai pembagian hasil usaha
   j. Ketentuan mengenai sanksi

PENGAJUAN PERMOHONAN PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI SIMPAN               PINJAM

Lampiran permohonan terdiri dari :

   1. Dua rangkap akta pendirian koperasi,satu diantaranya bermaterai cukup
   2. Berita acara rapat pembentukan koperasi simpan pinjam
   3. Surat bukti penyetoran modal sendiri sekurang-kurangnya Rp 15.000.000,-
   4. Neraca awal per tanggal pendirian koperasi
   5. Rencana awal kegiatan usaha
   6. Daftar hadir rapat pembentukan
   7. Nama dan riwayat hidup calon pengelola dengan lampiran(sertifikat pelatihan simpan pinjam,surat                 pernyataan tidak mempunya hubungan keluarga dengan pengurus)
   8. Daftar sarana kerja yang telah di persiapkan
   9. Fotokopi KTP masing-masing anggota pendiri

PENERIMAAN PERMOHONAN OLEH PEJABAT
         Apabila permohonan telah lengkap,maka pemerintah memberikan tanda terima,dan berkasnya segera di proses akan tetapu apabila berkasnya belum lengkap,maka permohonan dikembalikan untuk di perbaiki .

PENELITIAN PERMOHONAN OLEH PEJABAT
    1. Secara administrative
    2. Penelitian lapangan

PENGESAHAN AKTA PENDIRIAN KOPERASI
         Dengan surat keputusan Menteri Negara Koperasi Pengusaha kecil dan menengah yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Koperasi pengusaha kecil dan menengah Kabupaten / Kota.

DAFTAR PUSTAKA 

Buku : Ekonomi skala kecil/menengah dan koperasi, Dr.Tiktik Sartika pratomo,M.S, Drs. Abd Rachman Soegoedono ,: Ghalia Indonesia,2002
Internet :
http://www.ulfa-ekonomikoperasi.blogspot.com
http://www.kusdiantoro-blogspot.com


http://www.google.co.id

Sabtu, 20 April 2013

Tugas 1 Perekonomian Indonesia





Tugas 1
Pertanyaan:

 1.  Terangkan arti GDB sebagai indikator kemakmuran ekonomi dengan segala kekuatan dan kelemahannya dalam perkembangan perekonomian Indonesia selama ini.

Jawab:
Gross Domestic Product (GDP) adalah penghitungan yang digunakan oleh suatu negara sebagai ukuran utama bagi aktivitas perekonomian nasionalnya, tetapi pada dasarnya GDP mengukur seluruh volume produksi dari suatu wilayah (negara) secara geografis.

GDP juga artinya mengukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. GDP juga dapat digunakan untuk mempelajari perekonomian dari waktu ke waktu atau untuk membandingkan beberapa perekonomian pada suatu saat. GDP digunakan untuk mengukur tingkat kesehatan perekonomian sebuah negara. Namun demikian GDP seringkali dikritik karena tidak mencantumkan transaksi ekonomi pada level bawah .Dalam forex trading GDP merupakan salah satu indikator penting yang dapat memicu volatilitas harga terutama untuk Core GDP. Dalam skala A sampai E dengan A adalah sangat penting dan E tidak penting sama sekali, GDP merupakan indikator berskala B yang dapat menyebabkan perubahan volatilitas mata uang. 

GDP dirilis per kuarter, dan angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.

Jika GDP (persentase)  naik dibandingkan dengan data pada periode sebelumnya maka nilai mata uang negara yang bersangkutan cenderung mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan karena GDP menggambarkan nilai seluruh transaksi suatu negara secara umum. Jika siklus transaksi perekonomian stabil maka dapat dipastikan perekonomian akan berjalan dengan lancar. Sentimen positif ini dapat memicu kenaikan nilai mata uang lokal.
Perhatikan juga Core GDP yaitu GDP yang telah dikoreksi dengan memasukkan faktor inflasi didalamnya.
   Manfaat GDB : 

       1.Dapat mengetahui dengan segera apakah perekonomian mengalami pertumbuhan atau tidak
       2.  Menghitung perubahan harga.
   Keterbatasan GDB  :

          1. Perhitungan GDB dan analisis kemakmuran.
          2.    Perhitungan dan masalah kesejahteraan.
          3.   GDB perkapita dan masalah produksi.

Pertanyaan:
           2.  Apa yang dimaksud dengan pendapatan nasional?

Jawab:
Salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting adalah yang disebut dengan pendapatan nasional. Pendapatan nasional dapat di artikan sebagai suatu angka atau nilai yang menggambarkan seluruh produksi, pengeluaran, ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku /sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktu tertentu.

Pendapatan nasional sering dipergunakan sebagai indikator ekonomi dalam hal:
     a.       Menentukkan laju tingkat perkembangan /pertumbuhan perekonomian suatu negara
     b.      Mengukur keberhasilan suatu negara dalam mencapai tujuan pembangunan ekonominya
     c.       Membandingkan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu negara dengan negara lain nya
     d.      Meskipun demekian tidak semua ahli ekonomi setuju jika hanya pendapatan perkapita saja yang dijadikan ukuran kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara.adapun kritik tersebut diantaranya:
            -        Ada faktor-faktor lain diluar pendapatan yang akan berpengaruh pada tingkat kemakmuran dan kesejahteraan.
            -        Kesejahteraan masyarakat masih sering bersifat subjektif .tiap orang mempunyai pandangan   hidup yang berbeda sehingga tolak ukur kesejahteraannya pun berbeda.

Beberapa tokoh ekonomi yang memberikan masukan terhadap ukuran –ukuran kemakmuran dan kesejahteraan diantaranya adalah:
Dudley seers mengemukakan ,bahwa paling tidak ada 3 masalah pokok yang perlu diperhatikan dalam mengukur tingkat pembangunan suatu negara 3 masalah tersebut adalah:
                ·         Tingkat kemiskinan
                ·         Tingkat penggangguran
                ·         Tingkat ketimpangan di berbagai bidang
J.l. Tambaberpendapat bahwa ada 4 hal sebagai dasar untuk mengukur perekonomian dan kemakmuran di indonesia.4 hal tersebut adalah:
               ·         Kesehatan dan keamanan
               ·         Pendidikan keahlian dan standar hidup
               ·         Pendapatan
               ·         Permukiman
Hendra EMaralebih memilih 3 komponen yang ia anggap perlu diperhatikan dalam rangka mengukur kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara,yakni:
              ·         Penduduk dan kesempatan kerja
              ·         Pertumbuhan ekonomi
              ·         Pemerataan dan kesejahteraan masyarakat

pertanyaan:
      3.      Berikan gambar ilustrasi untuk memperjelas soal no.2 tugas 1, bisa dalam bentuk tabel/grafik !

Nilai PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2009-2011
              Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan Tahun 2011











Tugas 2 Perekonomian Indonesia


Tugas 2
            1.      Jelaskan cara menghitung pendapatan nasional dengan pendekatan produksi (GDP), dan berikan 2 contoh perhitungannya !

Ada 3 metode dalam menghitung pendapatan nasional
a)   Pendekatan produksi
Pendekatan produksi (PDB/PGNP) merupakan pendapatan berasal dari pengunaan faktor-faktor untuk menghasilkan sesuatu. Pendekatan ini memiliki kelemahan yang munculnya double counting atau perhitungan ganda. Perhitungan gnda yang dimaksud yaitu nilai produk yang sebelumnya akan ditambahkan pada produk-produk turunan berikutyna dan digunakan sebagai nilai akhir produk tersebut. Akibatnya nilai produk akhir menjadi lebih tinggi. Salah satu usaha untuk mengurangi dampak dari double counting yaitu dengan menggunakan pendekatan value added atau  nilai tambah. Dalam pendekatan ini nilai produk akan dilihat nilai tambahnya pada produk turunan brikutnya sehingga yang Nampak pada nilai barang akhir yaitu jumlah keseluruhan nilai barang akan sama dengan nilai akhir produk turunan terakhir. Pendekatan produksi bisa dicari dengan Yield = (P1 x O1)+ (P2 x Q2)+…(Pn x Qn)

Contoh soal 1
Produk Domestic Bruto dasar harga berlaku
menurut lapangan usaha (miliar rupiah),tahun 2010



www.bps.go.id





Contoh Soal 2

                            Produk Domestic Bruto dasar harga berlaku
menurut lapangan usaha (miliar rupiah),tahun 2011

www.bps.go.id



l



















Senin, 01 April 2013

Pengangguran


PENDAHULUAN
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Tingkat pengangguran dapat dihitung dengan cara membandingkan jumlah pengangguran dengan jumlah angkatan kerja yang dinyatakan dalam persen. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara. Di negara-negara berkembang seperti Indonesia, dikenal istilah "pengangguran terselubung" di mana pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga kerja sedikit, dilakukan oleh lebih banyak orang.

ISI
1.      Jenis-jenis Pengangguran
Ø  Jenis Pengangguran Menurut Sebab terjadinya
1. Pengangguran siklis/konjungtur :
disebabkan oleh siklus ekonomi atau merosotnya kegiatan perekonomian, misalnya : terjadinya krisis ekonomi global membuat banyak perusahaan bangkrut yang berimbas pada PHK karyawan
2. Pengangguran struktural:
disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi suatu negara, misalnya: perubahan dari sektor agraris ke industri sehingga terjadi pengangguran di sektor agraris
3. Pengangguran Teknologi:
disebabkan adanya modernisasi /kemajuan teknologi dalam berproduksi, misalnya : pabrik yang dulu menggunakan tenaga kerja manusia diganti dengan mesin mesin, akibatnya mengurangi tenaga kerja manusia
4. Pengangguran Friksional:
disebabkan adanya kesulitan temporer, yaitu pergeseran yang tiba-tiba terjadi pada penawaran dan permintaan tenaga kerja sehingga sulit mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja yang ada. Misalnya : pekerja yang berkeinginan memperoleh pekerjaan yang lebih baik, selama proses seleksi ia akan menunggu maka ia dapat dikategorikan sebagai pengangguran friksional
5. Pengangguran Musiman :
disebabkan adanya pergantian/perubahan musim, biasanya terjadi di daerah pertanian, misalnya : petani yang menunggu musim panen, maka ia akan menganggur untuk sementara waktu
6. Pengangguran Voluntary/sukarela :
disebabkan adanya orang yang sebenarnya masih dapat bekerja tetapi dengan sukarela tidak bekerja, sebab ia memperoleh penghasilan dari harta/kekayaan mereka, misalnya: seorang yang menyewakan rumah
7. Pengangguran Deflasioner :
disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja
.
Ø  Jenis Pengangguran Menurut Sifatnya
1. Pengangguran Terbuka
adalah orang yang sama sekali tidak bekerja dan tidak berusaha mencari pekerjaan
2. Setengah Menganggur
adalah orang yang bekerja tetapi tenaganya kurang termanfaatkan diukur dari jam kerja, produktivitas kerja, dan penghasilannya, misalnya :
-pekerjaan yang seharusnya dilakukan 2 orang dikerjakan 4 orang, berarti 2 orang diantaranya adalah setengah menganggur
- orang yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dapat dikatakan setengah menganggur
3. Pengangguran Terselubung
tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu, misalnya : seorang sarjana yang bekerja sebagai tukang parkir mobil

Menghitung angka pengangguran
Menggunakan rumus :

Jumlah pengangguran
Angka pengangguran = ---------------------- --------------------------------- x 100 %
jumlah angkatan kerja

Angka pengangguran di Indonesia pada tahun 2013 dapat dilihat pada grafik dibawah ini :


Gambar : penggangguran Indonesia pada januari 2013
2.      Pengangguran & Penyebabnya
Penyebab terjadinya pengangguran di suatu negara disebabkan oleh banyak hal berikut ini penyebab banyaknya penganngguran adalah sebagai berikut.
1.      Tekanan demografis dengan jumlah dan komposisi angkatan kerja yang besar.
2.      Pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih kecil daripada pertumbuhan angkatan kerja.
3.      Jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja.
4.      Kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.
5.      Terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan, antara lain perusahaan yang menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor-impor, dan sebagainya.
6.      Kurang efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja.
7.      Berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha.
8.      Masih sulitnya arus masuk modal asing.
9.      Iklim investasi yang belum kondusif.
10.  Tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu.
11.  . Kemiskinan.
12.  Ketimpangan pendapatan.
13.  Urbanisasi.
14.  Stabilitas politik yang tidak stabil.
15.  Perilaku proteksionis sejumlah negara maju dalam menerima ekspor dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
16.  Keberadaan pasar global.


3.      Dampak Pengangguran

Pengangguran berdampak luas terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan politik yang pada gilirannya akan memukul balik kestabilan makro-ekonomi yang telah dicapai dengan susah payah.

Dampak negatip dari masalah pengangguran seperti
1.      beragamnya tindakan kriminal, anak jalanan, pengemis, prostitusi, perdagangan anak, aborsi, pengamen dan sebagainya sudah menjadi patologi sosial atau kuman penyakit sosial yang menyebar bagaikan virus kanker yang sulit diberantas. Penyakit sosial ini sangat berbahaya dan menghasilkan korban-korban sosial yang tidak ternilai.
2.      Menurunnya kualitas sumber daya manusia, tidak dihargainya martabat dan harga diri manusia yang merupakan korban sosial dari penyakit sosial ini sudah sangat merusak sendi-sendi kehidupan kemanusiaan yang beradab. Karena itu persoalah pengangguran ini harus secepatnya dipecahkan dan dicarikan jalan keluarnya yang terbaik.

Dampak ekonomi dengan terjadinya pengangguran antara lain
1.      adanya beban anggaran yang besar dari keuangan negara,
2.       dapat menyebabkan ketidak-stabilan, ketidak-amanan,
3.       ketidak-nyamanan dalam berusaha, sehingga unit-unit bisnis tidak maksimal dalam menjalankan usahanya
4.       adanya gangguan dari orang-orang yang lapar akibat pengangguran yang tinggi atau tidak mempunyai pekerjaan yang layak.
   
PENUTUP
Sebagai penutup maka akan disebut beberapa cara untuk mengatasi pengangguran yang ada .  Adapun cara Mengatasi Pengangguran menurut sebab Terjadinya .

1.      Cara mengatasi Pengangguran Siklis
ü  Peningkatan daya beli masyarakat
ü  Mengarahkan permintaan masyarakat untuk membeli barang dan jasa
ü  Memperluas pasar barang dan jasa
ü  Mengatur suku bunga bank agar tidak terlalu tinggi

2.      Cara mengatasi pengangguran structural
ü  Pendidikan dan pelatihan tenaga kerja
ü  Mendirikan industri padat karya
ü  Meningkatkan mobilitas modal dan tenaga kerja
ü  Memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sektor yang berlebihan ke tempat dan sektor yang kekurangan

3.      Cara mengatasi pengangguran friksional
ü  Memberikan informasi yang lengkap tentang permintaan dan penawaran tenaga kerja
ü  Menyusun rencana penggunaan tenaga kerja sebaik mungkin
ü  Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM

4.      Cara mengatasi pengangguran musiman
ü  Pemberian informasi yang jelas tentang adanya lowongan kerja pada bidang lain
ü  melakukan pelatihan keterampilan tenaga kerja di waktu luang
ü  mengadakan pelatihan kerja

5.      Cara mengatasi pengangguran Teknologi
ü  Mempersiapkan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi dengan cara memasukkan materi kurikulum pelatihan teknologi di sekolah.
ü  Pengenalan teknologi sejak dini
ü  Pelatihan tenaga pendidik untuk penguasaan teknologi

6.      Cara mengatasi pengangguran voluntary / sukarela
ü  Menarik Investor baru
ü  Pengembangan transmigrasi
ü  Memberikan bantuan pinjaman lunak untuk UKM
7.      Cara Mengatasi Pengangguran Deflasioner
ü  Pelatihan Tenaga Kerja
ü  Menarik Investor baru
ü  Pengembangan Transmigrasi



DAFTAR PUSTAKA