Senin, 27 Oktober 2014

Berpikir Deduktif



NAMA : Dewi Khamala Rizkiani
Kelas    : 3EB19
NPM     : 21212951
TUGAS BAHASA INDONESIA 2  

 
Berpikir deduktif


Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi. Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat dan tepat. Beberapa ahli menyebut cara berpikir dengan istilah top-down (pendekatan induktif) dan bottom-up (pendekatan deduktif). Kedua cara berpikir tersebut diimplementasikan dalam pengembangan ilmu yang berbeda. Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme, sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme.
Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian deduktif :
1.      Menurut Jujun S Suria Sumantri
Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
2.      Menurut Wikipedia
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian deduktif adalah pengambilan kesimpulan untuk suatu atau beberapa kasus khusus yang didasarkan kepada suatu fakta umum. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.
SILOGISME
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Jenis-Jenis Silogisme
   A.     Silogisme kategorial
   B.     Silogisme hipotetis
   C.     Silogisme alternative
   D.     Entimen

   A.     Silogisme Kategorial :
    Silogisme Kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh:
       Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)
       Akasia adalah tumbuhan (premis minor).
      Akasia membutuhkan air (Konklusi)

  • Hukum-hukum Silogisme Katagorik.
        - Apabila salah satu premis bersifat partikular, maka kesimpulan harus partikular juga.
Contoh:

       Semua yang halal dimakan menyehatkan (mayor).
       Sebagian makanan tidak menyehatkan (minor).
       Sebagian makanan tidak halal dimakan (konklusi).

-Apabila salah satu premis bersifat negatif, maka kesimpulannya harus negatif juga.

Contoh:

       Semua korupsi tidak disenangi (mayor).
       Sebagian pejabat korupsi (minor).
       Sebagian pejabat tidak disenangi (konklusi).

      - Apabila kedua premis bersifat partikular, maka tidak sah diambil kesimpulan.

Contoh:

       Beberapa politikus tidak jujur (premis 1).
       Bambang adalah politikus (premis 2).

Kedua premis tersebut tidak bisa disimpulkan. Jika dibuat kesimpulan, maka kesimpulannya hanya bersifat kemungkinan (bukan kepastian). Bambang mungkin tidak jujur (konklusi).

- Apabila kedua premis bersifat negatif, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Hal ini dikarenakan tidak ada mata rantai yang menhhubungkan kedua proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya positif.

Contoh:

       Kerbau bukan bunga mawar (premis 1).
       Kucing bukan bunga mawar (premis 2).

Kedua premis tersebut tidak mempunyai kesimpulan

-Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu, maka tidak akan sah diambil kesimpulan. Contoh; semua ikan berdarah dingin. Binatang ini berdarah dingin. Maka, binatang ini adalah ikan? Mungkin saja binatang melata.

·         Term-predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term redikat yang ada pada premisnya. Apabila tidak konsisten, maka kesimpulannya akan salah.

Contoh:

       Kerbau adalah binatang.(premis 1)
       Kambing bukan kerbau.(premis 2)
    Kambing bukan binatang ?

Binatang pada konklusi merupakan term negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif

·         Term penengah harus bermakna sama, baik dalam premis mayor maupun premis minor. Bila term penengah bermakna ganda kesimpulan menjadi lain.

Contoh:

       Bulan itu bersinar di langit.(mayor)
       Januari adalah bulan.(minor)
    Januari bersinar dilangit?

Silogisme Hipotesis
Silogisme Hipotesis adalah jenis silogisme yang terdiri atas premis mayor yang bersifat hipotesis, dan premis minornya bersifat katagorial. Silogisme Hipotesis ini dapat dibedakan menjadi 4 macam , yaiu :
  1.     .Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh :
Jika hari ini cerah , saya akan ke rumah kakek ( premis mayor )
Hari ini cerah ( premis minor )
Maka saya akan kerumah kakek ( kesimpulan ).



          2.Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuen
Contoh :
Jika hutan banyak yang gundul , maka akan terjadi global warming ( premis mayor )
Sekarang terjadi global warming ( premis minor )
Maka hutan banyak yang gundul ( kesimpulan ).

         3.       Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari antecedent
Contoh :
Jika pembuatan karya tulis ilmiah belum di persiapkan dari sekarang, maka hasil tidak akan maksimal
pembuatan karya ilmiah telah di persiapkan maka hasil akan maksimal

        4.      Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari konsekuen
Contoh :
Bila presiden Mubarak tidak turun , Para demonstran akan turun ke jalan
Para demonstran akan turun ke jalan
Jadi presiden Mubarak tidak turun.

Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya.  Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh
My : Mirzal berada di Lenteng Agung atau Depok.
Mn : Mirzal berada di Lenteng Agung.
K     : Jadi, Mirzal tidak berada di Depok.

My : Mirzal berada di Lenteng Agung  atau Depok.
Mn : Mmirzal tidak berada di Depok.
K     : Jadi, Mirzal berada di Lenteng Agung.

Entimen
Entimen adalah suatu silogisme yang tidak mempunyai premis mayor karena premis mayor itu sudah diketahui secara umum, yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. ciri dari entimen sendiri adalah penggunaan kata karena. agar lebih mudah dipahami berikut rumus dari entimen : C=B karena C=A
contoh:
PU : Industri adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan
PK : Pabrik karet adalah salah satu industri
K : Pabrik karet adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan
E : Pabrik karet adalah salah satu sumber pencemaran lingkungan karena Pabrik karet adalah salah satu industry

Referensi


Sabtu, 14 Juni 2014

Pembobolan Dana Nasabah Citibank



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Korupsi di area perbankan kembali terjadi di tahun 2011. Kali ini kasusnya mengenai pembobolan dana nasabah Citibank. Tidak tanggung-tanggung, dana yang dibobol mencapai  Rp 40 Miliar. Dan tokoh yang berperan dalam pembobolan tersebut tak disangka adalah seorang wanita cantik yang selaku menjabat sebagai relationship manajer citigold dibank tersebut.
Inong Malinda atau yang akrab disangka malinda dee, dialah tokoh yang berperan dalam kasus pembobolan dana nassabah Citibank. Kasus tersebut merupakan salah satu kasus hokum paling banyak menyita perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, selain nilai kejahatannya yang cukup fantastis, kasus tersebut menjalar ke masalah pribadi, karena gaya hidup mewah Melinda bersama suaminya Andhika Gumilang
Hummer,Mercedes Benz,dan Ferrari , merupakan koleksi mobil mewah yang dimiliki keduanya. Latar belakang Andika Gumilang yang pernah menjadi artis juga turut menarik perhatian seluruh media infotaiment. Belum lagi yang tak kalah menghebohkan mengenai proses operasi yang pernah dilakukan oleh Melinda , menjadi pusat kasus yang menarik perhatian masyarakat. Mungkin karena parasnya yang ayu , anggun dan cerdik, sehingga para nasabah yang memiliki dana diatas rata-rata mudah memberikan kepercayaan penuh pada Relationship Manager Citigold tersebut untuk mengelola dana di rekeningnya. Gaya hidup Melinda dee yang mewah dan glamour bisa jadi menjadi pemicu dirinya untuk melakukan penyalahgunaan kepercaaynyang diberikan oleh para nasabahnya.


 BAB II
PEMBAHASAN
2.1    Pembobolan Citibank Inong Melinda Dee
            Kabar akan Melinda dee memang membuat heboh Indonesia beberapa waktu lalu, yang mana Melinda dee didakwa atas kasus penggelapan uang dan terlibat dalam praktik pencucian uang total senilai Rp 40 Miliar. Jumlah yang sangat fantastis memang, inong Melinda yang juga sebagai relationship manager citigold dengan 209 nasabah sangat mudah dalam melakukan aksinya tersebut.
Guna meraih kepercayaan nasabah, wanita 47 tahun tersebut terlebih dahulu memperlakukan mereka secara istimewa, misalnya dengan melayani diruang khusus dikantor Citibank. Perlakuan ini tidak hanya diberikannya dalam waktu singkat, tetapi hingga puluhan tahun sampai nasabahnya sangat percaya . sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Melinda secara cermat menelisik pola transaksi nasabah yang bersangkutan. Melinda dengan sengaja mengisi formulir kosong dan memindah bukukan berlanjut meminta tanda tangan yang digunakan seolah-olah untuk kepentingan nasabah.
Dari sinilah proses pentransferan dana dari nasabah pun berlangsung dialihkan ke nomor rekening adiknya. Aksinya berlanjut kepencucian uang, dimana Melinda dee dengan sengaja menyembunyikan asal muasal tindak pidananya. Sejumlah dana hasil kejahatan dia transfer dari dan ke perusahaan jasa keuangan agar aman dan tidak mudah terdeteksi.
2.2  Praktik Pencucian Uang Melinda dee
            Dugaan adanya praktik pencucian uang dibalik kasus pembobolan dana nasabah oleh Melinda dee terus merebak. Berbagai jejak yang mengarah ke sanapun mulai di indikasikan banyak praktisi dan pengamat hukum serta perbankan untuk mengaburkan bukti kejahatannya, Melinda membuat perusahaan pribadinya yang dialiri dana nasabah Citibank atas nama orang lain. Pada akhirnya, uang inilah yang digunakannya,Antara lain untuk menyicil angsuran mobil super mewah seperti Ferrari.
            Berdasarkan kesaksian mantan citigold executive head di Citibank landmark, Reniwati Hamid, Melinda mengalirkan dana nasabah ke empat perusahaan miliknya yaitu, PT Sarwahita Global Manajemen, PT Porta Axell Amitee,PT Qadeera Agilo Resources, dan PT Axcomm Infoteco Centro. Reniwati sendiri menjabat sebagai direktur utama di empat perusahaan yang didirikannya bersama Melinda, Roy Sanggailawang , dan Gesang Timora tersebut. Dari keempat perusahaan tersebut, Melinda kembali menarik uang untuk kepentingan pribadinya, Andika maupun adiknya, Visca Lovitasari serta suami Visca, Ismail. Andhika menampung uang curian itu dengan membuka banyak rekening dengan identitas berbeda, karena menggunakan KTP palsu. Dia juga diseret kemuka pengadilan dengan tuduhan melakukan tindak pencucian uang dengan menerima dan menampung uang yang diduga hasil tindak pidana istrinya.

2.3  Proses Hukum Terhadap Para Tokoh Yang Berperan
            Tersangka kasus pencucian uang dan kejahatan perbankan, Inong Malinda Dee, pada 16 November 2011 menjalani siding di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan agenda mendengarkan kesaksian para korban. Para saksi yang akan hadir Antara lain; Brand Manager Land Mark,Paulina,Serta tiga korban praktek pencucian uang melalui 117 transaksi. Total dana nasabah yang digelapkan mantan senior Manager Of Relationship Citibank ini mencapai Rp 40 miliar. Transaksi ini diduga terjadi mulai 22 Januari 2007 hingga 7 Febuari 2011.
            Melinda dee diduga telah mengalirkan miliaran dana nasabahnya ke beberapa rekening yang kemudian diketahui ditransfer kembali ke rekening miliknya. Transaksi ini terdiri dari 64 transaksi uang rupiah senilai Rp 27,36 Miliar dan 53 transaksi uang dolar senilai US$2,08 Juta. Melinda dijerat pasal berlapis,yaitu pasal dalam undang-undang perbankan dan pasal undang-undang tindak pidana pencucian uang. Pertama, ia dijerat pasal 49 ayat 1 dan 2 undang-undang No 7 Tahun 1992 sebagaimana diubah dengan undang-undang No 10 Tahun 1998 tentang perbankan Juncto Pasal 55 Ayat 1 dan pasal 65 KUHP. Kedua,Ia juga dijerat Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang No 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah dengan undang-undang No. 25 Tahun 2003 tentang pidana pencucian uang Juncto Pasal 65 KUHP. Ketiga,ia dijerat dengan pasal 3 Undang-Undang No.8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP,ancamannya 15 Tahun penjara.
            Sedangkan Andika didakwa melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a,b,d,f UU tindak pidana pencucian Uang Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP,dan pasal 5 ayat (1) UU pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP, dan Pasal 263 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 Tahun Penjara.
            Adapun Visca ditetapkan diadili setelah menampung dana dari Melinda senilai lebih dari Rp 8 Miliar, dalam kurun waktu 24 Januari 2007 sampai tanggal 19 Oktober 2010. Tahap pertama Melinda menyetor sebesar Rp 2.063.723.00 .  Lalu, Melinda mengirim lagi Rp 5.429.199.000 dan selanjutnya Rp 66.000.000, dan terakhir Rp 401.480.000 . Jaksa mengatakan, dari tiap transaksi itu visca mendapat imbalan sebesar Rp 5.000.000. Sedangkan suaminya, Ismail yang juga diadili didakwa menampung uang dari Melinda sekitar Rp 20,4 Miliar sejak bulan Januari 2010 hingga Oktober 2010 dalam 51 kali transaksi.
2.4  Adanya Dugaan Tokoh Lain yang Terlibat
Fakta lain yang cukup menarik adalah keterlibatan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANNAS) Marsekal Madya TNI Rio Mendung Thalieb. Dia menjadi komisaris utama PT Sriwahita Group Managemen, namun mengaku tak melaksanakan bisnis dalam perusahaan tersebut. Tidak jelas apakah pengakuan tersebut benar atau tidak ,karena tidak pernah ada pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
Yang juga tak terungkap dari kasus tersebut adalah identitas dan latar belakang nasabah yang ditangani Melinda yang kabarnya mencapai puluhan orang. Sebab, yang melapor polisi hanya tiga orang. Semula, banyak pihak berharap seluruh nasabahnya melapor sehingga disisi lain juga bisa di telisik apakah ada diantaranya pejabat Negara sekaligus mencari tahu dari mana sumber itu. Selain menjerat Melinda,Andika,Visca,dan Ismail, polisi juga menyeret rekan kerja Melinda yakni Reniwati Hamid, RJ selaku Cash Official Manajer atau atasan Teller, dan SW selaku Cash Supervisor Manajer. Mereka menyusl Dwi Herawati,Novianty Iriane,dan Betharia panjaitan yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani persidangan dengan tuduhan turut membantu perbuatan Melinda.


BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Pembobolan simpanan nasabah kakap oleh Melinda Dee selama kurang lebih tiga tahun berakhir 23 Maret 2011 setelah delapan penyidik dari Direktorat Ekonomi dan khusus Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menangkap Melinda di apartemennya dikawasan SCBD,Jakarta Selatan. Tim dari Mabes Polri bergerak setelah mendapat laporan pihak Citibank pada bulan Januari.
            Seiring berjalan, proses hukum terus berlanjut hingga Melinda dee mantan Relationship Manager Citibank tersebut dijatuhi vonis 8 tahun penjara dan denda Rp 10 Miliar. Vonis tersebut dinilai oleh pusat pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) cukup memberikan efek jera dan menjadi pelajaran.
            Apresiasi yang tinggi sepertinya harus diberikan kepada jaksa dan hakim yang telah berhasil membongkar penggelapan dana nasabah dan pencucian uang dalam perkara Melinda Dee. Diharapkan juga kepada masyarakat agar bisa mengambil hikmah dibalik kasus Melinda dee tersebut. Sehingga, kedepan segala praktek pencucian uang dapat diberantas dari hukuman yang berat tersebut



DAFTAR PUSTAKA


Minggu, 24 November 2013

EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI



A.    Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat Dari Sisi Anggota

     1.      Efek-Efek Ekonomis Koperasi
Salah satu hubungan penting yang harus dilakukankoperasi adalah dengan para anggotanya, yang kedudukannya sebagi pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi. Motivasi ekonomi anggota sebagi pemilik akan mempersoalkan dana (simpanan-simpanan) yang telah di serahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang-jasa, menguntungkan tidaknya pelayanan koperasi dibandingkan penjual /pembeli di luar koperasi. Pada dasarnya setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
a.       Jika kegiatan tersebut sesuai dengan kebutuhannya
b.  Jika pelayanan itu di tawarkan dengan harga, mutu atau syarat-syarat yang lebih menguntungkan di banding yang di perolehnya dari pihak-pihak lain di luar koperasi.

     2.      Efek Harga Dan Efek Biaya

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Sedangkan tingkat partisipasi anggota di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya : Besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian maupun normatif.
Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis. Kemanfaatan ekonomis yang di maksud adalah insentif berupa pelayanan barang-jasa oleh perusahaan koperasi yang efisien, atau adanya pengurangan biaya dan atau di perolehnya harga menguntungkan serta penerimaan bagian dari keuntungan (SHU) baik secara tunai maupun dalam bentuk barang.
Bila dilihat dari peranan anggota dalam koperasi yang begitu dominan, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus di bedakan antara harga untuk anggota dengan harga untuk non anggota. Perbedaan ini mengharuskan daya analisis yang lebih tajam dalam melihat peranan koperasi dalam pasar yang bersaing.

     3.      Analisis Hubungan Efek Ekonomis dan Keberhasilan koperasi
Dalam badan usaha koperasi, laba (profit) bukanlah satu-satunya yang di kejar oleh manajemen, melainkan juga aspek pelayanan (benefit oriented). Di tinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang di terima oleh anggota. Keberhasilan koperasi di tentukan oleh salah satu faktornya adalah partisipasi anggota dan partispasi anggota sangat berhubungan erat dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang di dapat oleh anggota tsb.

      4.       Penyajian dan Analisis Neraca Pelayanan
Di sebabkan oleh perubahan kebutuhan dari para anggota dan perubahan lingkungan koperasi, terutama tantangantantangan kompetitif, pelayanan koperasi terhadap anggota harus secara kontinu di sesuaikan. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya.:
a.       Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
b.      Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi produk-produk yang di tawarkan oleh koperasi.
Bila koperasi mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota yang lebih besar dari pada pesaingnya, maka tingkat partisipasi anggota terhadap koperasinya akan meningkat. Untuk meningkatkan pelayanan, koperasi memerlukan informasi-informasi yang dating terutama dari anggota koperasi.

B.     Evaluasi Keberhasilan Koperasi Dilihat dari Sisi Perusahaan

     1.      Efisiensi Perusahaan Koperasi
Koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi
Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisienDihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
Manfaat Ekonomi Langsung (MEL), yaitu manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinyaManfaat Ekonomi Tidak Langsung (METL),yaitu manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.  
  Ø  Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di terima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
·         TME = MEL + METL
·         MEN = (MEL +METL) – BA

  Ø  Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka                    besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung  dengan cara sebagai berikut:
·         MEL = EfP + EfPK +EvP + EvPU
·         METL = SHUa

Efisiensi Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi: 
     a)      Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
            (TEBP) = RealisasiBiayaPelayanan
                            Anggaran biaya pelayanan
             Jika TEBP < 1 berarti  efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota

     b)      Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
             (TEBU) = RealisasiBiaya Usaha
                  Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya usaha

    2.       Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.
Rumus perhitungan efektivitas koperasi (EvK) adalah sebagai berikut:
EvkK = RealisasiSHUk + Realisasi MEL
              Anggaran SHUk + Anggaran MEL
Jika EvK > 1, berarti Efektif
  
    3.      Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika O>1 maka disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktifitas Perusahaan Koperasi adalah:
            PPK (1) =        SHUk           x 100%
                   Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 Modal Koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…
  PPK (2) = Lababersihdariusahadengan non anggota x 100%
Modal Koperasi
Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp…

     4.      Analisis Laporan Keuangan
Analisis Laporan Koperasi Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi:
a.       Neraca,
b.      Perhitungan hasil usaha (income statement),
c.       Laporan arus kas (cash flow),
d.      Catatan atas laporan keuangan
e.       Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan

DAFTAR PUSTAKA