Senin, 09 Maret 2015

My Opinion About English



Task English Business 2 #SoftSkill             


           In my opinion , today's English class is very important . Due not only in Indonesia but in other countries the English language is very important,so English is often called an international language. English is very difficult, to learn for most people , especially me .   but I'll try to be Able to speak English . Because it would be a capital that is essential for me my career later. For example, when we want to look for a job or interview somewhere . English is what is needed , otherwise we can communicate with the language , we could not get a job or desire that we want.



                To be honest I love the English language but when learning about grammar and sentence patterns I often find it difficult . I prefer to interpret the phrase , dialogue or answering questions from a paragraph in English . As I do not like the English , when told to make use of the English language , for me it was a bit of English vocabulary and grammar of the English language is very difficult to fabricate English. But I will continue to learn , multiply the vocabulary and practice making sentences in English .

Thank you

Curriculum Vitae



Task English Business 2 #SoftSkill

Curriculum Vitae

Personal Details

Name                                : Dewi Khamala Rizkiani
Gender                              : Female
Place & Date of Birth        : Bekasi, March 13,1993
Nationality                        : Indonesian
Marital Status                   : Single
High, weight                     : 158 cm, 60 Kg
Addres                            : Jl Kecapi 9 C/469 RT 10/ 15 Jatimuya-Bekasi
 Phone Number               : 08123456789
E-mail                             : abcdefgh@rocketmail.com


Education Details
Formal
1999-2005             : SD Jatimulya 09, Bekasi
2005-2008              : SMP Abdi Negara,Bekasi
2008-2011              : SMA Negeri 5 Tambun-Selatan,Bekasi
2012-Now              : Gunadarma University (Accounting),Bekasi

Non Formal
  2013                       : Myob program courses (Intermediate),
Zahir Accounting
  2014                       : Tax courses (Brevet A)
Skills

·         The ability of Computer (MS Word, MS Excel, MS Power Point, MS Access, MS Outlook, etc.).
·         Internet capabilities.
·         Myob,Zahir Accounting Software
·         Able to make the transaction journal, to make financial statements.

Personality
 I was able to work with other people,Good Attitude, According to my friends kind and helpful person.

Bekasi, March 8,2015


                               
(Dewi Khamala Rizkiani)
 

Description My self

Task English Business 2#Softskill


Hello, I would introduce my self .

          My name is Dewi Khamala Rizkiani, you can call me Dewi .I was born in Tangerang. I live in Bekasi beloved city. Why beloved? Because of kindergarten,elementary,junior high,high school and even collage definitely in Bekasi,hehe. Now I’m studying at the Gunadarma University S1 majoring in Accounting. Why I majored accounting? Because Since Junior high grade 3 I really like the economy, and after entering high school grade 2 and I get my Social Sciences subjects like Accounting and continues until now.

        I think a lot of people are arrogant and reserved when you first met, or met, but when I've met with them I am a person of his easy going, friendly and arguably too chatty. However, there is a negative trait in myself is when I've been betrayed, I always remember what these people are doing to me. when I don’t  like the person I willn’t speak the same person and I have a different behavior to that person. and I don’t  like being compared to others.

       My hobby is watching movies, anime or drama korea, play games, read books, and swimming. if you've been watching Korean dramas I do not remember the time,
And lastly I will work hard to graduate on time and graduated with a GPA that is very satisfying and make my parents proud.

Maybe just so my self-description. Thank you :)

Kamis, 18 Desember 2014

Intropeksi Diri



            Seberapa sering kita intropeksi diri kita sendiri? Sejauh mana kita menilai sikap yang telah kita lakukan selama hidup di dunia ini? Sudah benarkah? Atau justru sebaliknya? Intropeksi, memiliki makna yaitu penyelidikan (pemeriksaan, penelaahan) terhadap diri sendiri, peninjauan (koreksi) terhadap pikiran (perasaan,sikap, perbuatan sendiri, atau mawas diri). Tanpa kita sadari, kita telah banyak melewati momen-momen untuk berbenah diri. Seringnya justru kebanyakan dari kita sibuk mengurusi sikap dan tingkah laku orang lain, memberikan komentar atas tindak-tanduk orang lain, dan yang lebih ekstrim adalah kita dengan mudahnya dapat menilai seseorang baik atau buruk padahal kita kurang begitu mengenalnya. Sikap yang seperti itu yang harus kita buang jauh-jauh.
            Dari seringnya kita memberikan komentar atas tindak tanduk orang lain, maka akan memicu pula untuk kita melakukan “ghibah” atau menggunjing. Jika hal semacam itu sudah terjadi, maka kita sudah terserang penyakit hati. Ingat, penyakit hati dapat mengikis semua amalan-amalan baik yang kita miliki. Seperti kayu bakar yang terlalap api, maka semuanya akan habis terbakar dan menjadi abu. Sifat menggunjing, seringnya dilakukan oleh kaum hawa yang sedang dalam satu perkumpulan-perkumpulan yang kurang bermanfaat, dan jika kita tak bisa berkata yang baik-baik, maka lebih baik kita diam. Menggunjingkan orang lain, sekalipun itu fakta dari orang yang kita bicarakan, tetap saja hasilnya adalah dosa yang didapat. Jika kita membuka aib orang lain, itu sama halnya ibarat kita memakan bangkai saudara kita sendiri, Menjijikan. Terlebih lagi jika hal yang kita bicarakan adalah tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, itu sudah masuk ranah fitnah dan menghasilkan akumulasi dosa yang berakar dari menggunjing, berbohong, dan fitnah. Fitnah dan berbohong merupakan perbuatan tercela dan merugikan orang lain.
            Lalu pertanyaannya, bagaimana cara kita agar tidak sibuk mengurusi urusan orang lain? Bagaimana cara kita intropeksi diri? Kapan waktunya kita untuk intropeksi diri? Langkah pertama, tanamkan dalam pikiran kita, bahwa jangan menilai seseorang dari luarnya saja. Atau yang kerap kali kita dengar pepatahnya yaitu , “jangan menilai buku dari sampulnya”. Pepatah itu memang benar adanya. Karena jika kita menilai seseorang dari penampilan luarnya saja, maka kita tidak akan menemukan penilaian yang maksimal. Karena kita menilainya dengan cara subjektif saja, tidak secara objektif. Banyak orang yang penampilannya baik, berwibawa, santun, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Dan ada sebagian orang yang penampilannya kurang meyakinkan, tetapi justru ia merupakan orang yang menyenangkan. Ingat, jangan cepat menilai seseorang. Seseorang tidak ada yang sempurna, dan berusahalah untuk mengenalnya lebih dalam. Langkah kedua untuk melakukan intropeksi diri yaitu, bersikaplah rendah hati. Hindari sikap sombong dalam diri kita, sombong merupakan salah satu penyakit hati. Jadi berhati-hatilah dengan sikap yang sombong. Jangan selalu berpikir bahwa hanya kita yang benar,suci , dan baik. Ingat masih ada langit di atas langit. Sikap sombong yang dapat menyebabkan kita dengan mudahnya menilai seseorang. Bahwa seseornag itu lebih rendah dari pada kita, lebih buruk dari pada kita. Dan kita jauh lebih segala-galanya dibanding orang lain. Pikirkan apa-apa saja yang telah kita ucapkan tiap harinya dalam interaksi dengan orang lain. Jangan-jangan selama ini kita merasa suci, baik, dan benar, tetapi ada salah satu diantara orang-orang terdekat kita yang merasa teraniaya, merasa tersakiti karena ucapan,perbuatan, dan sikap yang telah kita lakukan tanpa kita sadari.
            Ucapan dan perkataan yang kita gunakan sehari-hari, berhati-hatilah dengannya. Karena mulut kita sama halnya dengan pisau yang tajam, yang sewaktu-waktu dapat menyayat atau menyakiti orang lain, bahkan dapat menjadi senjata makan tuan bagi kita. Ingat, mulutmu harimaumu yang sewaktu-waktu dapat menerkam kita kapan saja. Contohnya jika mulut kita tak dapat dijaga, seseorang yang merasa tersakiti atas ucapan dan perkataan kita akan menjauhi kita , dan hitunglah berapa banyak orang yang telah kita sakiti. Jika banyak orang yang tersakiti karena ucapan kita, maka bersiap-siaplah akan banyak orang yang menjauhi kita.
            Waktu yang tepat untuk kita intropeksi diri, yaitu setiap saat disepanjang hidup kita. Banyak waktu-waktu yang dapat kita gunakan untuk intropeksi diri, salah satunya saat kita beribadah. Melakukan solat, adalah salah satu cara kita berkomunikasi dengan tuhan. Jika kita mendekatkan diri kepada tuhan, maka kita akan tau apa-apa saja yang boleh kita perbuat, dan apa-apa saja yang tidak boleh diperbuat. Ingat, solat merupakan benteng, tameng bagi diri kita. Jika kita tetap menjaga solat kita, maka kita secara reflex akan menghindari sifat-sifat yang tercela seperti sombong, menggunjing, fitnah dan berbohong. Dalam islam, selain solat, banyak cara untuk kita agar dapat merenung dan intropeksi diri. Salah satunya juga yaitu dzikir (mengingat Allah SWT) dan betafakur (berdiam diri)  melakukan perenungan sikap dan tindak-tanduk kita. Semoga kita semua dapat lebih sering intropeksi diri dibanding menilai sikap orang lain.